Rabu 29 November 1995
DARI MANA MAU
KEMANA & SEKARANG BERADA DIMANA
ﺍٓﻠﺤﻤﺪﻟﻟﱠﻪ ﺭﺏﺍﻠﻌﺎﻟﻤﯾﻥﻮﻻﻋﺩﻮﻥﺍﻻﱠﻋﻟﯽﺍﻠﻅﱠﺎﻟﻤﯾﯽ.ﺍﺷﻬﺩﺍﻥﻻﺍﻟﻪ
ﺍﻻﱠﺍﻠﻠﱠﻪ ﻮﺤﺩﻩﻻﺷﺭﯿﻙﻟﻪ ﺍﻠﻪﺍﻟﻌﻠﻣﯿﻥ.ﻮﺍﺷﻬﺪﺍﻥﻧﺒﯿﱢﻧﺎ ﻣﺤﻣﱠﺪﺍﻋﺒﺪﻩ ﻮﺭﺳﻮﻠﻪ ﺳﻳﱢﺪ
ﺍﻠﻣﺭﺳﻠﯿﻥ.ﺍﻠﻠﱠﻬﻢﺻﻟﯽﻮﺳﻟﻡﻋﻟﯽﻋﺒﺪﻙ ﻭﺭﺳﻭﻠﻙ ﻧﺒﻳﱢﻧﺎﻣﺤﻤﱠﺪﻭﻋﻠﯽﺍﻠﻪ ﻮﺻﺤﺒﻪ ﺍﺟﻤﻌﻳﻥ ﺍﻤﱠﺎﺒﻌﺪ.ﻔﯿﺎﻋﺒﺎﺪﺍﻠﻠﱠﻪ
ﺍﻭﺻﯿﻛﻤ ﻮﺍﻳﱠﺎﯤ ﺒﺘﻗﻭﺍﻯ ﻓﻗﺩ ﻓﺎﺯﺍﺍﻠﻤﺗﻗﻭﻥ.
Sedang jum’at yang di muliakan Allah.
Hari
ini, saya ingin mengajak para jama’ah sekalian untuk mengingat kembali sejarah
masa lalu,sejarah seorang Raja yang gagah perkasa,yang maha adil dan maha
bijaksana. Raja itu bernama “Wahidul Qahhar” dia punya anak buah atau rakyat
yang sangat banyak , yaitu laksana abu berterbangan karena banyaknya.
Pada suatu hari di kumpulkan anak
buahnya itu di suatu lapangan terbuka,dihadapan rakyatnya ia berpidato, salah
satu pidatonya itu ia menanyakan kepada rakyatnya.
ﺍﻠﺴﺕ ﺒﺮﺒﱢﻜﻤ
@ apakah saya ini Raja kamu
Rakyat
menjawab dengan serentak dengan suara gemuruh gegap gempita.
ﻨﻌﻤ ﺒﻞ ﺍﻧﺖﺮﺑﱡﻨﺎ "ya bahkan
engkaulah Raja kami"
Kalau
emang demikian,kalau betul saya Raja kamu kata Wahidul Qahhar- hari ini detik
ini kamu semua kuperintahkan untuk pergi merantau kamu harus tinggalkan kampong
halaman kamu yang tercinta ini kamu harus pergi keseberang lautan untuk melihat
negeri orang sebab semakin jauh berjalan,semakain banyak di lihat “jauh
berjalan banyak dilihat,lama hidup banyak yang kita rasakan” demikian bunyi
kata peribahasa. Lama sampai sekarang masih bersenandung dalam mengikuti
kehidupan ummat manusia.
Barangkali dikarenakan inilah orang
minang kabau,suku batak dll,punya pilsafat hidup merantau sebelum berumah
tangga, atau bagi mereka yang akan menaiki jenjang perkawinan. Seakan-akan
diwajibkan bagi mereka merantau terlebih dahulu,sebab dengan jalan merantau
membuat diri seseorang akan semakin matang dan akan menjadi semakin dewasa
pemikirannya,banyak hikmah yang didapat,dan banyak pula pengalaman yang bias di
timbah.
Tapi lain halnya dengan raja Wahidul
Qahhar ini, ia menyuruh anak buahnya pergi merantau bukan demikian tujuannya.
Tujuan merantau adalah salah satu jalan untuk berbakti kepadanya yaitu kepada
raja Wahidul Qahhar.
Sebelum berangkat dipanggil satu persatu
diadakan suatu perjajian yaitu semacam kontrak tentang berapa lama di rantau
orang, ada yang menjanjikan pergi merantau untuk selama 80 tahun,63tahun 50
tahun,30 tahun ada yang setahun bahkan ada yang menjanjikan begitu sampai
ditanah rantau orang saya akan kembali. Pendek kata bermacam-macamlah janji
yang mereka lakukan.
Kemudian oleh rajanya ini di kasilah
anak buahnya satu persatusebuah kapal yang molek yang tidak ada bandingan &
taranya. Setelah itu mereka pun berlayar mereka harungi lautan yang begitu
gelap gulita dan kalau sekiranya dilambaikan tangan tidak akan kelihatan
dikaren dikarenakan gelapnya, di ombang ambingkan oleh ombak dan gelombang
Sembilan bulan sepuluh hari lamanya,ada juga yang sampai 3 tahun lamanya bahkan
ada yang 6 bulan. Selama 120 hari dikasi bekal penghidupan agar bisa bergerak
dengan leluasa.dikarenakan ada pergerakan didalam kapal mereka akhirnya kapal
merekapun tidak tahan lagi untuk menahan dan akhirnya kapal yang mereka
tumpangi pecah dan para penumpangnya terdampar dipantai sambil menghirup udara
tanah rantau yang mempesona. Lautnya luas terbentang gunung-gunung tinggi
menjulang sawah ladangnya indah di pandang.
Melihat kenyatan ini tak sedikit mereka
yang lupa daratan. Lupa kacang akan kulitnya, lupa akan janjinya dengan raja
Wahidul Qahhar, bahwa tujuan merantau adalah semata-mata untuk berbakti
kepadanya.
Bahkan di tanah rantau ia kawin punya
anak tiga orang. Masing-masing di beri nama anaknya itu bernama “HARBEN-ANNIS
& AMSAL,lucunya kasih saying diantara ketiga anaknya dibeda-bedakan,cinta
dan kasihnya lebih tercurah Harben & Annis apa saja yang diminta kedua
anaknya ini selalu dikabulkan,sekalipun harus nyawa taruhannya,pendek kata
tidak peduli malam dan tidak peduli berganti siang demikianlah perhatiannya
selalu tercurah kepada Harben & Annis.
Lain halnya dengan si Amsal kalau
anaknya amsal meminta uang kuliah 100.000. dikasi Cuma gocap paling tinggi goceng(5000).demikianlah
yang dilakukannya kepada anaknya si amsal dengan kata lain tidak pernah
memberikan sesuai dengan yang diminta.
Pada suatu hari datanglah panggilan raja
Wahidul Qahhar dia harus pulang karena sudah habis masa kontraknya. Anak buah
yang bernama basrah tadi tidak bisa berbuat apa-apa lagi,dia harus pulang
sesuai dengan waktu yang dijanjikan yaitu :
ﻔﺈﺬﺍﺠﺎﺀ ﺁﺟﺎﻬﻣ
ﻵﻴﺳﺗﺄﺧﺭﻭﻥ ﺳﺎﻋﺔ ﻮﻻﻳﺳﺗﻗﺩﻣﯢﻥ
“Maka apabila dating panggilan raja
Wahidul Qahhar tadi,tidak bisa ditambah satu detik dan tidak bisa pula
dikurangi”. Qs.
Ketika itu barulah timbul penyesalan si
basrah tadi “sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berarti” apa yang
disesalkan…?yang disesalkan ialah kesempatan selam dirantau orang tidak di manfaatkan
untuk mencari modal dalam rangka kelangsungan hidupnya dikampung halaman yang
sebenarnya yang kekal dan abadi.
Masa 60 tahun terbuang begitu saja
dengan percuma,digunakannya sekedar berpoya-poya mencari kesenangan yang
sifatnya sementara, janji-janjinya dengan raja sudah pada lupa lupa segala akan
janjinya bahwa setinggi-tinggi bangau terbang dia akan pulang juga kehubangnya.
Maksudnya sejauh-jauh orang merantau pulangnya kekampung juga.
Darimana si basrah…? Dari raja Wahidul
Qohhar. Mau kemana..? mau kemana..? mau kemana…? Mau keraja Wahidul Qohhar.
Sekarang berada dimana…? Beada di tanah rantau. Lama memikirkan nasibnya dia
harus pulang kekampung halamannya dia harus berhadapan dengan raja dia harus
mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya selama ditanah rantau orang
yang lebih disedihkan lagi,mengingat ketika akan berangkat keperantauan ini
dengan sebuah kapal yang begitu cantik dan molek, tapi sekarang dia harus
pulang kekampung halamannya hanya berlampungkan selembar papan saja dan selimut
tiga lapis.
Dicobanya minta tolong dengan anaknya
harben ternyata tidak bisa berbuat banyak,minta bantuan kepada anaknya annis
juga demikian tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak ada yang bisa membantu
Harben hanya bisa membantu hanya sampai kepalabuhan saja,sementara Annisa hanya
sanggup mengantarkan sampai keatas kapal, padahal kedua anaknya ini merupakan
harapan an tumpuan harapannya,apa saja yang di minta selalu dikabulkan tidak
peduli siang berganti malam demi cintanya kepada anaknya Harben dan Annis,tapi
begitu dia minta tolong kepada anak-anaknya tidak ada yang bisa di harapkan.
Satu-satunya yang bisa diharapkan dan
bisa membantu adalahanaknya Amsal boleh dikatakan Amsal mengalungkan batang
lehernya untuk membantu dan membela ayahnya si basrah,tapi si amsal berkata
sebelum membantu ayahnya. Saya akan membantu ayah sebagaimana ayah dulu
membantu saya tidak lebih dan tidak kurang sebab amsal ini dulu tidak begitu
diperhatikan oleh ayahnya
Saudara-saudara sidang jum’at yang
dirahmati Allah.
Siapa
sebenarnya yang kita maksud dalam cerita ini..? cerita ini tidak lebih dari
sebuah tamsilan tidak lebih dari sebuah perumpamaan yaitu tentang hidup kita
ini,dulukita berhadapan dengan Allah kita di panggilnya kita disuruh keatas
dunia ini untuk merantau lalu sebelumnya kita adakan perjanjian dengan Allah
Swt tentang berapa lama dirantau orang. Maksudnya umur kita Sembilan bulan 10
hari mengaharungi samudra yang gelap gulita itulah kita yang didalam rahim
ibunda kita yang tercinta.
Yang dimaksud dengan raja Wahidul Qahhar
ialah Allah Swt sedangkan si basyar adalah adalah artinya manusia,demikian juga
halnya si Harben-Annis-Amsal itu semua adalah singkatan dari Harben = harta
benda Annis = anak istri Amsal = amal ang shaleh. Yang namanya manusia cinta
kepada harta benda dan anak istri setengah mati.tidak peduli malam berganti
siang laut luas direnangi hutan belantara dijalani dan terkadang tidak peduli
halal dan haramnya.
Tapi kalau si Amal shaleh yang meminta,
diminta 10.000 dikasi hanya gocep atau goceng padahal yang membantu dan yang
akan menolong itu adalah si Amsal (amal shaleh) kalau harta benda,anak istri
paling menghantarkan kita kepintu kubur saja, tapi yang namanya amal shaleh akan
menemani kita sampai berhadapan dengan Allah Azja Wazalla.
Dan yang dimaksud dengan, dan apabila
dating panggilan raja tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi itulah dia
ajal kita. Maka oleh sebab itu marilah kita pergunakan selama hidup didunia
selama hayat masih dikandung badan marilah kita gunakan kesempatan baik ini
untuk beramal shaleh lebih banyak,sebab kalau mati tamatlah riwayat kita
ﻜﻞ ﻧﻔﺲ
ﺬﺍﺌﻘﺖ ﺍﻠﻤﻮﺖ
Nah saudara-saudara jama’ah jumat yang
dimuliakan Allah.
Nah
kalau seseorang itu mati maka putuslah segala amalnya kecuali yang tiga yaitu :
_anak yang shaleh yang mendoakan kita kedua_ilmu yang bermanfaat yang
ketiga_amal shadakotun jariah.
ﯿﺒﻨﻰﺁﺪﺍﻢﺍﻨﻘﻂﺎﻉﻋﻤﻠﻪﺍﻻﱠﺸﻼﺙ -
ﺍﻮﻵﺪﺍﻟﺻﺎﻠﺤﺎﺖ - ﺍﻠﻌﻟﻢﯿﻨﻓﻊﺒﻪ - ﺻﺩﻘﺔﺍﻠﺯﺭﯿﻪ
“hai
anak adam apabila mati(meninggal) seseorang itu maka putuslah amalnya kecuali
yang tiga, 1. Anak yang shaleh 2. Ilmu yang bermanfaat 3. Amal jariah.
Saudara-saudara jama’ah jum’at
Rhahimakumullah.
Kita
harus ingat bahwa diri kita ini darimana – mau kemana- dan sekarang berada
dimana dan dalam bahasa arabnya di sebut dengan istilah.
ﻣﻦﺍﯿﻦ - ﺍﻠﻰﺍﯿﻦ - ﺍﯿﻦﺍﻻﻦ
Kita
dari Allah dan sekarang berada didunia dan akan kembali juga kepada Allah.
Camkanlah itu…..!!!
ﺑﺎﺭﻙﺍﷲ ﻟﻰﻮﻟﻛﻣ ﻓﻰﺍﻟﻗﺭﺍﻥﺍﻟﻌﻅﻣ
ﻮﻧﻓﻌﻧﻰﻮﻳﺎﻛﻣ ﺑﻣﺎﻓﯾﻪ ﻣﻥﺍﻼﻳﺎﺕﻮﺍﻟﻧﱢ ﻛﺭﺍﺣﻛﻣ ﻭﺗﻗﺑﻝ ﻣﻧﻰﻭﻣﻧﻛﻣ. ﺗﻼﻮﺗﻪﺍﻧﻪﻫﻮﺍﻟﺳﻣﻊﺍﻟﻌﻟﻳﻣ. ﺍﻗﻮﻝﻗﯢﻟﻰﻫﺫﺍﻓﺎﺳﺗﻐﻓﺭﺍﷲﺍﻧﻪﻫﻮﺍﻟﻐﻓﻮﺭ
ﺍﻟﺭﱠﺤﻳﻣ.
Khatbah
Kedua.
ﺍﻠﺤﻤﺪﻟﻟﱠﻪﺍﻟﱠﺫﻯ ﺍﻧﻌﻣﻧﺎ ﺑﻧﻌﻣﺔ ﺍﻻﻳﻣﺎﻥ ﻭﺍﻻﺳﻼﻡ
ﻮﺍﻟﺻﻼﺓ ﻭﺍﻟﺳﻼﻡ ﻋﻟﻰ ﺳﻳﺩﻧﺎ ﻣﺤﻣﺩ ﺧﻳﺭ ﺍﻻﻧﺎﻡ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺑﻪ ﻭﺗﺑﻌﻳﻪ ﻋﻟﻰ ﺍﻟﺩﱠﻭﻡ. ﺍﺷﻬﺩ ﺍﻥ
ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻﱠﷲ ﻭﺤﺩﻩ ﻻﺷﺭﻳﻙ ﻟﻪ ﻭﺍﺷﻬﺩ ﺍﻥﱠ ﻣﺤﻣﱠﺩ ﻋﺑﺩﻩ ﻭﺭﺳﻭﻟﻪ ﻻﻧﺑﻲ ﱠﺑﻌﺩﻩ. ﺍﻣﺎﺑﻌﺩ* ﻓﻳﺎﻋﺑﺩﺍﷲ
ﺍﺻﻳﻛﻣ ﻭﺍﻳﱠﺎﻱ ﺑﺗﻗﻭﻯ ﺍﷲ ﻓﻗﺩ ﻓﺎﺫﺍ ﺍﻟﻣﺗﱠﻗﻭﻥ .ﺍﻥﺍﷲ ﻭﻣﻼﺌﻛﺗﻪ ﻳﺻﻟﱡﻭﻥ ﻋﻟﻰﺍﻟﻧﱠﺑﻰ. ﻳﺎﺁﻳﱠﻬﺎﺍﻟﱢﺫﯾﻥ
ﺁﻣﻧﻭﺍﺻﻟﱡﻭ ﻋﻟﻳﻪ ﻭﺳﻟﱢﻣﻭﺗﺳﻟﻣﺎ. ﺍﻟﻟﱠﻬﻣ ﱠﺻﻟﻰﱢ ﻋﻟﻰ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﻣﺣﻣﱠﺩ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﻣﺣﻣﱠﺩ. ﻛﻣﺎ ﺻﻟﱠﯾﺕ ﻋﻟﻰ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﺍﺑﺭﺍﻫﯾﻣ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﺍﺑﺭﺍﻫﯾﻣ . ﻓﻰﺍﻟﻌﺎﻟﻣﯾﻥ ﺍﻧﱠﻙ ﺣﻣﯾﺩ ﻣﺟﯾﺩ.*
Do’a
ﺍﻟﻟﱠﻬﻣﱠ ﺍﻏﻓﺭﻟﻧﺎ ﻭﻟﻟﻣﺳﻟﻣﯾﻥ ﻭﺍﻟﻣﺳﻟﻣﺎﺕ
ﻭﺍﻟﻣﺅﻣﻧﯾﻥ ﻭﺍﻟﻣﺅﻣﻧﺎﺕ ﺍﻻﺣﯾﺎﺀ ﻣﻧﻬﻣ ﻭﺍﻻﻣﻭﺍﺕ ﺍﻧﱠﻚ ﻗﺭﻳﺏ ﻣﺟﯾﺏ ﺍﻟﺩﱠﻋﻭﺍﺕ . ﺍﻟﻟﱠﻬﻣ
ﺍَﻋِﺫ ﱠ ﺍﻻﺍﺳﻼﻡَﻭﺍﻟﻣﺳﻟﻣﯾﻥ ﻭﺍﺫﻝﱠ ﺍﻟﺷﱠﺭﻚ ﻭﻟﻣﺷﺭﻛﯾﻥ. ﺭﺑﻧﺎ ﺍﺗﻧﺎ ﻓﻰﺍﻟﺩ ﱡﺣﺳﻧﺔ ﻭﻓﻰﺍﻻﺧﺭﺓ
ﺣﺳﻧﺔ ﻭﻗﻧﺎ ﻋﺫﺍﺏﺍﻟﻧﺎﺭ*ﻋﺑﺎﺩﺍﷲﺍﻥﱠﷲﯾﺄﻣﺭﺑﺎﺍﻟﻌﺩﻝ