Kamis, 18 April 2019

KHutbah Jum'at

Rabu 29 November 1995
DARI MANA MAU KEMANA & SEKARANG BERADA DIMANA

ﺍٓﻠﺤﻤﺪﻟﻟﱠﻪ ﺭﺏﺍﻠﻌﺎﻟﻤﯾﻥﻮﻻﻋﺩﻮﻥﺍﻻﱠﻋﻟﯽﺍﻠﻅﱠﺎﻟﻤﯾﯽ.ﺍﺷﻬﺩﺍﻥﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻﱠﺍﻠﻠﱠﻪ ﻮﺤﺩﻩﻻﺷﺭﯿﻙﻟﻪ ﺍﻠﻪﺍﻟﻌﻠﻣﯿﻥ.ﻮﺍﺷﻬﺪﺍﻥﻧﺒﯿﱢﻧﺎ ﻣﺤﻣﱠﺪﺍﻋﺒﺪﻩ ﻮﺭﺳﻮﻠﻪ ﺳﻳﱢﺪ ﺍﻠﻣﺭﺳﻠﯿﻥ.ﺍﻠﻠﱠﻬﻢﺻﻟﯽﻮﺳﻟﻡﻋﻟﯽﻋﺒﺪﻙ ﻭﺭﺳﻭﻠﻙ ﻧﺒﻳﱢﻧﺎﻣﺤﻤﱠﺪﻭﻋﻠﯽﺍﻠﻪ ﻮﺻﺤﺒﻪ ﺍﺟﻤﻌﻳﻥ ﺍﻤﱠﺎﺒﻌﺪ.ﻔﯿﺎﻋﺒﺎﺪﺍﻠﻠﱠﻪ ﺍﻭﺻﯿﻛﻤ ﻮﺍﻳﱠﺎﯤ ﺒﺘﻗﻭﺍﻯ ﻓﻗﺩ ﻓﺎﺯﺍﺍﻠﻤﺗﻗﻭﻥ.
Sedang jum’at yang di muliakan Allah.
Hari ini, saya ingin mengajak para jama’ah sekalian untuk mengingat kembali sejarah masa lalu,sejarah seorang Raja yang gagah perkasa,yang maha adil dan maha bijaksana. Raja itu bernama “Wahidul Qahhar” dia punya anak buah atau rakyat yang sangat banyak , yaitu laksana abu berterbangan karena banyaknya.
Pada suatu hari di kumpulkan anak buahnya itu di suatu lapangan terbuka,dihadapan rakyatnya ia berpidato, salah satu pidatonya itu ia menanyakan kepada rakyatnya.
ﺍﻠﺴﺕ ﺒﺮﺒﱢﻜﻤ  @ apakah saya ini Raja kamu
Rakyat menjawab dengan serentak dengan suara gemuruh gegap gempita.
ﻨﻌﻤ ﺒﻞ ﺍﻧﺖﺮﺑﱡﻨﺎ "ya bahkan engkaulah Raja kami"    
Kalau emang demikian,kalau betul saya Raja kamu kata Wahidul Qahhar- hari ini detik ini kamu semua kuperintahkan untuk pergi merantau kamu harus tinggalkan kampong halaman kamu yang tercinta ini kamu harus pergi keseberang lautan untuk melihat negeri orang sebab semakin jauh berjalan,semakain banyak di lihat “jauh berjalan banyak dilihat,lama hidup banyak yang kita rasakan” demikian bunyi kata peribahasa. Lama sampai sekarang masih bersenandung dalam mengikuti kehidupan ummat manusia.

Barangkali dikarenakan inilah orang minang kabau,suku batak dll,punya pilsafat hidup merantau sebelum berumah tangga, atau bagi mereka yang akan menaiki jenjang perkawinan. Seakan-akan diwajibkan bagi mereka merantau terlebih dahulu,sebab dengan jalan merantau membuat diri seseorang akan semakin matang dan akan menjadi semakin dewasa pemikirannya,banyak hikmah yang didapat,dan banyak pula pengalaman yang bias di timbah.

Tapi lain halnya dengan raja Wahidul Qahhar ini, ia menyuruh anak buahnya pergi merantau bukan demikian tujuannya. Tujuan merantau adalah salah satu jalan untuk berbakti kepadanya yaitu kepada raja Wahidul Qahhar.

Sebelum berangkat dipanggil satu persatu diadakan suatu perjajian yaitu semacam kontrak tentang berapa lama di rantau orang, ada yang menjanjikan pergi merantau untuk selama 80 tahun,63tahun 50 tahun,30 tahun ada yang setahun bahkan ada yang menjanjikan begitu sampai ditanah rantau orang saya akan kembali. Pendek kata bermacam-macamlah janji yang mereka lakukan.
Kemudian oleh rajanya ini di kasilah anak buahnya satu persatusebuah kapal yang molek yang tidak ada bandingan & taranya. Setelah itu mereka pun berlayar mereka harungi lautan yang begitu gelap gulita dan kalau sekiranya dilambaikan tangan tidak akan kelihatan dikaren dikarenakan gelapnya, di ombang ambingkan oleh ombak dan gelombang Sembilan bulan sepuluh hari lamanya,ada juga yang sampai 3 tahun lamanya bahkan ada yang 6 bulan. Selama 120 hari dikasi bekal penghidupan agar bisa bergerak dengan leluasa.dikarenakan ada pergerakan didalam kapal mereka akhirnya kapal merekapun tidak tahan lagi untuk menahan dan akhirnya kapal yang mereka tumpangi pecah dan para penumpangnya terdampar dipantai sambil menghirup udara tanah rantau yang mempesona. Lautnya luas terbentang gunung-gunung tinggi menjulang sawah ladangnya indah di pandang.

Melihat kenyatan ini tak sedikit mereka yang lupa daratan. Lupa kacang akan kulitnya, lupa akan janjinya dengan raja Wahidul Qahhar, bahwa tujuan merantau adalah semata-mata untuk berbakti kepadanya.

Bahkan di tanah rantau ia kawin punya anak tiga orang. Masing-masing di beri nama anaknya itu bernama “HARBEN-ANNIS & AMSAL,lucunya kasih saying diantara ketiga anaknya dibeda-bedakan,cinta dan kasihnya lebih tercurah Harben & Annis apa saja yang diminta kedua anaknya ini selalu dikabulkan,sekalipun harus nyawa taruhannya,pendek kata tidak peduli malam dan tidak peduli berganti siang demikianlah perhatiannya selalu tercurah kepada Harben & Annis.

Lain halnya dengan si Amsal kalau anaknya amsal meminta uang kuliah 100.000. dikasi Cuma gocap paling tinggi goceng(5000).demikianlah yang dilakukannya kepada anaknya si amsal dengan kata lain tidak pernah memberikan sesuai dengan yang diminta.
Pada suatu hari datanglah panggilan raja Wahidul Qahhar dia harus pulang karena sudah habis masa kontraknya. Anak buah yang bernama basrah tadi tidak bisa berbuat apa-apa lagi,dia harus pulang sesuai dengan waktu yang dijanjikan yaitu :
ﻔﺈﺬﺍﺠﺎﺀ ﺁﺟﺎﻬﻣ ﻵﻴﺳﺗﺄﺧﺭﻭﻥ ﺳﺎﻋﺔ ﻮﻻﻳﺳﺗﻗﺩﻣﯢﻥ
“Maka apabila dating panggilan raja Wahidul Qahhar tadi,tidak bisa ditambah satu detik dan tidak bisa pula dikurangi”. Qs.

Ketika itu barulah timbul penyesalan si basrah tadi “sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tiada berarti” apa yang disesalkan…?yang disesalkan ialah kesempatan selam dirantau orang tidak di manfaatkan untuk mencari modal dalam rangka kelangsungan hidupnya dikampung halaman yang sebenarnya yang kekal dan abadi.

Masa 60 tahun terbuang begitu saja dengan percuma,digunakannya sekedar berpoya-poya mencari kesenangan yang sifatnya sementara, janji-janjinya dengan raja sudah pada lupa lupa segala akan janjinya bahwa setinggi-tinggi bangau terbang dia akan pulang juga kehubangnya. Maksudnya sejauh-jauh orang merantau pulangnya kekampung juga.

Darimana si basrah…? Dari raja Wahidul Qohhar. Mau kemana..? mau kemana..? mau kemana…? Mau keraja Wahidul Qohhar. Sekarang berada dimana…? Beada di tanah rantau. Lama memikirkan nasibnya dia harus pulang kekampung halamannya dia harus berhadapan dengan raja dia harus mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya selama ditanah rantau orang yang lebih disedihkan lagi,mengingat ketika akan berangkat keperantauan ini dengan sebuah kapal yang begitu cantik dan molek, tapi sekarang dia harus pulang kekampung halamannya hanya berlampungkan selembar papan saja dan selimut tiga lapis.

Dicobanya minta tolong dengan anaknya harben ternyata tidak bisa berbuat banyak,minta bantuan kepada anaknya annis juga demikian tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak ada yang bisa membantu Harben hanya bisa membantu hanya sampai kepalabuhan saja,sementara Annisa hanya sanggup mengantarkan sampai keatas kapal, padahal kedua anaknya ini merupakan harapan an tumpuan harapannya,apa saja yang di minta selalu dikabulkan tidak peduli siang berganti malam demi cintanya kepada anaknya Harben dan Annis,tapi begitu dia minta tolong kepada anak-anaknya tidak ada yang bisa di harapkan.

Satu-satunya yang bisa diharapkan dan bisa membantu adalahanaknya Amsal boleh dikatakan Amsal mengalungkan batang lehernya untuk membantu dan membela ayahnya si basrah,tapi si amsal berkata sebelum membantu ayahnya. Saya akan membantu ayah sebagaimana ayah dulu membantu saya tidak lebih dan tidak kurang sebab amsal ini dulu tidak begitu diperhatikan oleh ayahnya
Saudara-saudara sidang jum’at yang dirahmati Allah.
Siapa sebenarnya yang kita maksud dalam cerita ini..? cerita ini tidak lebih dari sebuah tamsilan tidak lebih dari sebuah perumpamaan yaitu tentang hidup kita ini,dulukita berhadapan dengan Allah kita di panggilnya kita disuruh keatas dunia ini untuk merantau lalu sebelumnya kita adakan perjanjian dengan Allah Swt tentang berapa lama dirantau orang. Maksudnya umur kita Sembilan bulan 10 hari mengaharungi samudra yang gelap gulita itulah kita yang didalam rahim ibunda kita yang tercinta.

Yang dimaksud dengan raja Wahidul Qahhar ialah Allah Swt sedangkan si basyar adalah adalah artinya manusia,demikian juga halnya si Harben-Annis-Amsal itu semua adalah singkatan dari Harben = harta benda Annis = anak istri Amsal = amal ang shaleh. Yang namanya manusia cinta kepada harta benda dan anak istri setengah mati.tidak peduli malam berganti siang laut luas direnangi hutan belantara dijalani dan terkadang tidak peduli halal dan haramnya.

Tapi kalau si Amal shaleh yang meminta, diminta 10.000 dikasi hanya gocep atau goceng padahal yang membantu dan yang akan menolong itu adalah si Amsal (amal shaleh) kalau harta benda,anak istri paling menghantarkan kita kepintu kubur saja, tapi yang namanya amal shaleh akan menemani kita sampai berhadapan dengan Allah Azja Wazalla.
Dan yang dimaksud dengan, dan apabila dating panggilan raja tidak bisa ditambah dan tidak bisa dikurangi itulah dia ajal kita. Maka oleh sebab itu marilah kita pergunakan selama hidup didunia selama hayat masih dikandung badan marilah kita gunakan kesempatan baik ini untuk beramal shaleh lebih banyak,sebab kalau mati tamatlah riwayat kita
ﻜﻞ ﻧﻔﺲ ﺬﺍﺌﻘﺖ ﺍﻠﻤﻮﺖ

Nah saudara-saudara jama’ah jumat yang dimuliakan Allah.
Nah kalau seseorang itu mati maka putuslah segala amalnya kecuali yang tiga yaitu : _anak yang shaleh yang mendoakan kita kedua_ilmu yang bermanfaat yang ketiga_amal shadakotun jariah.
ﯿﺒﻨﻰﺁﺪﺍﻢﺍﻨﻘﻂﺎﻉﻋﻤﻠﻪﺍﻻﱠﺸﻼﺙ - ﺍﻮﻵﺪﺍﻟﺻﺎﻠﺤﺎﺖ - ﺍﻠﻌﻟﻢﯿﻨﻓﻊﺒﻪ - ﺻﺩﻘﺔﺍﻠﺯﺭﯿﻪ
“hai anak adam apabila mati(meninggal) seseorang itu maka putuslah amalnya kecuali yang tiga, 1. Anak yang shaleh 2. Ilmu yang bermanfaat 3. Amal jariah.

          Saudara-saudara jama’ah jum’at Rhahimakumullah.
Kita harus ingat bahwa diri kita ini darimana – mau kemana- dan sekarang berada dimana dan dalam bahasa arabnya di sebut dengan istilah.

ﻣﻦﺍﯿﻦ - ﺍﻠﻰﺍﯿﻦ - ﺍﯿﻦﺍﻻﻦ

Kita dari Allah dan sekarang berada didunia dan akan kembali juga kepada Allah. Camkanlah itu…..!!!
ﺑﺎﺭﻙﺍﷲ ﻟﻰﻮﻟﻛﻣ ﻓﻰﺍﻟﻗﺭﺍﻥﺍﻟﻌﻅﻣ ﻮﻧﻓﻌﻧﻰﻮﻳﺎﻛﻣ ﺑﻣﺎﻓﯾﻪ ﻣﻥﺍﻼﻳﺎﺕﻮﺍﻟﻧﱢ ﻛﺭﺍﺣﻛﻣ ﻭﺗﻗﺑﻝ ﻣﻧﻰﻭﻣﻧﻛﻣ. ﺗﻼﻮﺗﻪﺍﻧﻪﻫﻮﺍﻟﺳﻣﻊﺍﻟﻌﻟﻳﻣ. ﺍﻗﻮﻝﻗﯢﻟﻰﻫﺫﺍﻓﺎﺳﺗﻐﻓﺭﺍﷲﺍﻧﻪﻫﻮﺍﻟﻐﻓﻮﺭ ﺍﻟﺭﱠﺤﻳﻣ.
Khatbah Kedua.
ﺍﻠﺤﻤﺪﻟﻟﱠﻪﺍﻟﱠﺫﻯ ﺍﻧﻌﻣﻧﺎ ﺑﻧﻌﻣﺔ ﺍﻻﻳﻣﺎﻥ ﻭﺍﻻﺳﻼﻡ ﻮﺍﻟﺻﻼﺓ ﻭﺍﻟﺳﻼﻡ ﻋﻟﻰ ﺳﻳﺩﻧﺎ ﻣﺤﻣﺩ ﺧﻳﺭ ﺍﻻﻧﺎﻡ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﻭﺻﺤﺑﻪ ﻭﺗﺑﻌﻳﻪ ﻋﻟﻰ ﺍﻟﺩﱠﻭﻡ. ﺍﺷﻬﺩ ﺍﻥ ﻻﺍﻟﻪ ﺍﻻﱠﷲ ﻭﺤﺩﻩ ﻻﺷﺭﻳﻙ ﻟﻪ ﻭﺍﺷﻬﺩ ﺍﻥﱠ ﻣﺤﻣﱠﺩ ﻋﺑﺩﻩ ﻭﺭﺳﻭﻟﻪ ﻻﻧﺑﻲ ﱠﺑﻌﺩﻩ. ﺍﻣﺎﺑﻌﺩ* ﻓﻳﺎﻋﺑﺩﺍﷲ ﺍﺻﻳﻛﻣ ﻭﺍﻳﱠﺎﻱ ﺑﺗﻗﻭﻯ ﺍﷲ ﻓﻗﺩ ﻓﺎﺫﺍ ﺍﻟﻣﺗﱠﻗﻭﻥ .ﺍﻥﺍﷲ ﻭﻣﻼﺌﻛﺗﻪ ﻳﺻﻟﱡﻭﻥ ﻋﻟﻰﺍﻟﻧﱠﺑﻰ. ﻳﺎﺁﻳﱠﻬﺎﺍﻟﱢﺫﯾﻥ ﺁﻣﻧﻭﺍﺻﻟﱡﻭ ﻋﻟﻳﻪ ﻭﺳﻟﱢﻣﻭﺗﺳﻟﻣﺎ. ﺍﻟﻟﱠﻬﻣ ﱠﺻﻟﻰﱢ ﻋﻟﻰ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﻣﺣﻣﱠﺩ ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﻣﺣﻣﱠﺩ.  ﻛﻣﺎ ﺻﻟﱠﯾﺕ ﻋﻟﻰ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﺍﺑﺭﺍﻫﯾﻣ  ﻭﻋﻟﻰ ﺍﻟﻪ ﺳﯾﺩﻧﺎ ﺍﺑﺭﺍﻫﯾﻣ . ﻓﻰﺍﻟﻌﺎﻟﻣﯾﻥ ﺍﻧﱠﻙ ﺣﻣﯾﺩ ﻣﺟﯾﺩ.*                               
Do’a
ﺍﻟﻟﱠﻬﻣﱠ ﺍﻏﻓﺭﻟﻧﺎ ﻭﻟﻟﻣﺳﻟﻣﯾﻥ ﻭﺍﻟﻣﺳﻟﻣﺎﺕ  ﻭﺍﻟﻣﺅﻣﻧﯾﻥ ﻭﺍﻟﻣﺅﻣﻧﺎﺕ ﺍﻻﺣﯾﺎﺀ ﻣﻧﻬﻣ ﻭﺍﻻﻣﻭﺍﺕ ﺍﻧﱠﻚ ﻗﺭﻳﺏ ﻣﺟﯾﺏ ﺍﻟﺩﱠﻋﻭﺍﺕ . ﺍﻟﻟﱠﻬﻣ ﺍَﻋِﺫ ﱠ ﺍﻻﺍﺳﻼﻡَﻭﺍﻟﻣﺳﻟﻣﯾﻥ ﻭﺍﺫﻝﱠ ﺍﻟﺷﱠﺭﻚ ﻭﻟﻣﺷﺭﻛﯾﻥ. ﺭﺑﻧﺎ ﺍﺗﻧﺎ ﻓﻰﺍﻟﺩ ﱡﺣﺳﻧﺔ ﻭﻓﻰﺍﻻﺧﺭﺓ ﺣﺳﻧﺔ ﻭﻗﻧﺎ ﻋﺫﺍﺏﺍﻟﻧﺎﺭ*ﻋﺑﺎﺩﺍﷲﺍﻥﱠﷲﯾﺄﻣﺭﺑﺎﺍﻟﻌﺩﻝ

Tidak ada komentar:

Posting Komentar